Inisiasi – 23 Maret 2017

Tulisan ini hasil jerih payah Iced Chamomile Tea (plus satu bungkus gula) ditemani Raisin *lupa nama lengkapnya* yang berusaha menenangkan hati seorang pria aneh.

Ya, hari ini aku kabur lagi.
Jogja selalu menyediakan tempat untuk melarikan diri. Seperti halnya malam ini (sejak sore), dengan berkilah terbang ke kampus aku berhasil meluncur tepat ke pusat magnet Yogyakarta. Malioboro. Oke, mungkin tujuan pertamanya adalah mencari dompet kartu yang sejak lama diidam-idamkan. Sepintas mengumpat karena tiada kepekaan di sekitarku yang tak peduli betapa ku sangat menghargainya sebagai kado ulang tahun, akan tetapi memang momen ulang tahun itu hanya satu tahun sekali. Pada akhirnya tetap ku dapatkan dengan keringatku sendiri. Sebuah pencapaian luar biasa aku berhasil menawar harga jual dompet kulit (ntah asli atau kw) Rp 75ribu ini. Menawar bukan keahlianku, I don’t have such a bargaining power.

Tentu saja.

Aku hanya seorang pelarian.

Berkilah dari segala tuntutan. Tak terhitung berapa banyak sapaan dari orang-orang akrab yang sengaja ku abaikan. Demi memuaskan hasrat yang entah aku sendiri tak tahu sebenarnya aku ingin apa. Tidak, bukan aku menginginkan untuk setiap hari nongkrong sok gabut di Starbucks. Entah, tak biasanya aku ke sini, ke tempat yang katanya kapitalis ini. Nyatanya, kapitalisme mereka familiar bagiku karena aku sama sekali tak merasa risih.

Hari ini terasa biasa saja. Tiada berbeda dari hari-hari sebelumnya. Di saat yang sama juga terasa berbeda. Aku memang sudah terbiasa berkelana sendiri tanpa ditemani, juga sudah terbiasa menyusuri kota ini tanpa kendaraan pribadi. Menggunakan jasa sang TransJogjakarta pun bukan pertama kali. Namun, memang ku akui tidak sering aku memulai percakapan dengan orang asing seperti bapak tua yang turun dari Kopata dan masuk halte TJ menuju stasiun Tugu tanpa membayar karcis terlebih dahulu. Tak biasanya juga temanku ingin ku jemput dari tempatnya magang (ya ini lebih karena aku yang nebeng motornya hahaha). Tak setiap saat pula aku memberanikan diri menari-nari di atas papan ketik modern ini tanpa merasa rendah.

Terima kasih kepada entitas apapun ini yang telah menerima keluhanku. Aku tak mengharapkan respon seperti layaknya manusia yang biasa ku kenal, yang biasa ku ajak bicara.

Aku senang. Bisa menulis sepanjang ini. Membuatku senyumku merona layaknya gadis yang dilamar pujaan hatinya. Oke, mungkin lebih karena sepasang mas di sebelahku yang asik mengabadikan pesanannya yang aku yakin penawaran grande beverages with food free one more grande. Sorry to say mas-mas. Saya tidak suudzon. Selamat menikmati kota Yogyakarta 🙂

Oh, tentang senang yang baru saja ku utarakan. Sebenarnya aku tak tahu apakah senyum itu murni karena bahagia atau karena pelarian ini. Bisa ku pastikan bahwa perasaan ini sedang kehilangan arah. Kepala yang selalu menemani ini, sudah mulai hilang kewarasan. Sekali lagi keyakinan ini runtuh. Semoga semangat menulisku ini tidak hilang di tengah jalan dan membuat tulisan ini tak jadi di pasang.

Bagaimana tidak gila? Mengabaikan sapaan dari atasan selama berhari-hari tanpa memberi kabar?
Bagaimana tidak gila? Berapa mata ujian yang tidak dipertanggungjawabkan?
Bagaimana tidak gila? Mana ada penumpang yang seharusnya gelisah karena tidak mendapatkan tempat duduk di dalam bus akan tetapi justru sibuk mengumpulkan keberanian dan memikirkan bagaimana cara menghadai seorang wanita yang menurutnya spesial tapi sebentar lagi akan diturunkan statusnya menjadi teman biasa?
Bagaimana tidak gila? Pertanyaan sebelumnya merupakan pertanyaan terpanjang dalam tulisan ini.

Oke, senyumku memudar. Lirik-lirik lagu pengantarku mulai tak beraturan dan tak bisa ku mengerti. Jari jemariku semakin malas. Ada baiknya kegiatan ini segera ku akhiri. Tidak, aku tidak akan membuka Facebook dan melakukan live session. Aku hanya ingin jalan-jalan. Melanjutkan pelarian ini.

Advertisements

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s